Sabtu, 13 Desember 2014

Serobot Lahan Masyarakat, Koperasi Meranti Mas dilaporkan ke Polres Pelalawan dan Ombudsman RI

Tags


Perwakilan masyarakat mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Riau untuk menyampaikan tembusan surat yang dikirim ke Polres Pelalawan dan membicarakan banyak hal yang ada di Teluk Meranti
Perwakilan Masyarakat Teluk Meranti mendatangi Kantor Ombudsman RI perwakilan Riau
JMGRiau.blogspot.com, Teluk Meranti, Pelalawan- Hari ini 10 Desember 2014, perwakilan masyarakat Kelurahan Teluk Meranti menyurati Polres Pelalawan terkait dengan belum adanya tindak lanjut atas aktifitas penyerobotan Koperasi meranti Mas dilahan masyarakat seluas 600 ha di Suak Tunggul Kelurahan Teluk Meranti.
“Surat ini kami buat berdasarkan atas tanggapan Bapak Kapolsek Teluk Meranti pada hari Rabu Tanggal 24 September 2014 ketika masyarakat melakukan aksi protes di areal yang digarap Koperasi Meranti Mas, beliau mengatakan tidak ada aktivitas di lahan sengketa yang terletak di Suak Tunggul Kelurahan Teluk Meranti sebelum ada penyelesaian dengan masyarakat. Tetapi kenyataannya saat koperasi itu masih melakukan aktivitas di lahan tersebut, sementara legalita perizinan koperasi ini tidak jelas dan tidak pernah ada sosialisasi di masyarakat alias “abal-abal”. Dan pada hari selasa Tanggal 18 November 2014 yang lalu, perwakilan masyarakat sempat menemui Kapolsek Teluk Meranti dengan tujuan melapor secara resmi tentang penyerobotan lahan dan pengrusakan jembatan yang dibuat masyarakat di areal yang berkonflik, tapi Kapolsek Teluk Meranti tidak bisa menerima laporan tersebut dengan alasan Polsek Teluk Meranti belum depenitif". ungkap Efendi masyarakat Kelurahan Teluk Meranti.

Karena merasa laporan ke Polsek Teluk Meranti tidak ditanggapi, maka kami atas nama masyarakat Teluk Meranti mengadukan masalah ini ke Polres Pelalawan agar konflik antara masyarakat dengan Koperasi Meranti Mas dan juga cukong yang ikut bermain, cepat terselesaikan. Lanjut Fendi.


Surat untuk Polres Pelalawan ini juga ditembuskan ke Kementrian Agraria dan Tata Ruang, Polda Riau, Bupati Pelalawan dan Lembaga NGO/LSM/LBH, Dinas Perkebunan Prov Riau, dan juga Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau  agar ini menjadi perhatian bersama. Tembusan Ke Ombudsman disampaikan langsung oleh perwakilan masyarakat Kelurahan Teluk Meranti dengan mendatangi langsung Kantor Ombudsman Perwakilan Riau yang beralamat di Komplek Mega Asri Green Office Blok A No. 07 Jl. Arifin Ahmad-Pekanbaru dan diterima oleh Bapak Bambang Pratama, SH sebagai Asisten Ombudsman RI. Dalam kesempatan tersebut juga perwakilan masyarakat berdiskusi dengan pihak Ombudsman terkait beberapa persoalan yang ada di Kelurahan Teluk Meranti.
Sementara itu Koordinator Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Kabupaten Pelalawan, Heri Yanto, yang mendampingi perwakilan masyarakat, menanggapi bahwa persoalan ini bertele-tele dan pihak pemerintah dari Kabupaten, Kecamatan dan Lurah seolah-olah melakukan pembiaran terhadap persoalan masyarakat, hal ini terjadi karena adanya indikasi “main mata” antara pengusaha yaitu Koperasi Meranti Mas, cukong tanah dengan pihak-pihak yang seharusnya serius mencari solusi dan penengah atas konflik ini.


Sebelumnya, bertepatan dengan Hari Tani Nasional (HTN) tanggal 24 September 2014 yang lalu ratusan masyarakat Kelurahan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan-Riau mengadakan aksi protes terhadap Koperasi Meranti Emas yang melakukan pengolahan lahan milik masyarakat seluas lebih kurang 3000 Hektare secara illegal. Aksi ini dilakukan secara damai oleh masyarakat dilokasi kerja Koperasi Meranti Emas tepatnya di Suak Tunggul Kelurahan Teluk Meranti.
Sengketa lahan ini sudah berlangsung lama sejak tahun 2009, ketika itu pihak koperasi mulai menggali kanal dan merusak gambut untuk ditanamai sawit hingga kini, ini bukan kali pertama masyarakat mengadakan protes terhadap koperasi namun tidak pernah diindahkkan. Koperasi Meranti Emas ini beroperasi tanpa legalitas yang jelas, dan tidak pernah mengadakan sosialisasi dengan masyarakat. Padahal lahan seluas lebih kurang 3000 Hektare tersebut sudah ditunjuk sebagai areal percetakan sawah untuk masyarakat Kelurahan Teluk Meranti sejak tahun 2006 oleh Pemkab Pelalawan. “Penjelasan Fendi masyarakat Teluk Meranti”
Dalam aksi protes ini masyarakat meminta agar Koperasi Meranti Emas tidak lagi melakukan aktivitas dilahan milik masyarakat Kelurahan Teluk Meranti yang terletak di Suak Tunggul, kemudian masyarakat meminta agar seluruh alat berat dan sarana penunjang kerja yang digunakan untuk mengolah lahan tersebut ditarik keluar dalam waktu secepatnya, kemudian masyarakat akan menduduki lahan tersebut apabila pihak koperasi tidak bersedia memenuhi permintaan tersebut. Keterangan H.Rusman Tokoh Masyarakat Teluk Meranti.

1 komentar so far


EmoticonEmoticon