Kamis, 14 November 2013

Pertemuan RSPO Disambangi Demonstran


MEDAN – Pertemuan perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam Rounstable Sustainable Palm Oil (RSPO) yang berlangsung di Hotel Santika Medan, siang ini diwarnai aksi unjuk rasa, yang dilakukan oleh ribuan massa buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Serbundo).

Sejak siang tadi, ribuan massa Serbundo tiba di depan Hotel Santika Medan sebagai tempat berlangsungnya acara pertemuan RSPO. Dalam aksinya, massa meminta agar pertemuan RSPO turut membahas nasib para buruh dan turut melibatkan organisasi para buruh dalam pertemuan tersebut.

Sekitar 15 menit menyampaikan orasi, 14 orang perwakilan dari para buruh yang menggelar aksi unjukrasa diterima oleh pihak RSPO, tepatnya di lantai 3 Hotel Santika. Dalam pertemuan tersebut masing-masing perwakilan organisasi dalam aliansi tersebut menyampaikan aspirasinya kepada Sekjen RSPO, Darren Webber.

Kepada Darren Webber secara bergantian para pengunjukrasa membacakan statmennya, antara lain, lewat pertemuan sidang RSPO membentuk kelompok kerja perburuhan di RSPO dan menjamin keterwakilan buruh dalam kelompok kerja tersebut, serta menjamin keadilan, tranparansi dan keseimbangan dalam mekanisme pengaduan RSPO.

"Kami meminta buruh dan masyarakat sekitar dilibatkan dalam sertifikasi RSPO. Mencabut sertifikat RSPO bagi perkebunan yang melanggar hak-hak buruh, petani dam masyarakat sekitar," ucap Herwin Nasution.

Selain itu, para pengunjukrasa meminta RSPO mewajibkan perusahaan perkebunan anggota RSPO memberikan upah yang layah bagi buruh. Perusahaan perkebunan anggota RSPO agar tidak memberlakukan outsorsing, buruh harian lepas, buruh borongan, buruh kontrak, dalam pekerjaan pemanen, penyemprot, pemupuk, perawatan dan pekerjaan yang berhubungan dengan zat kimia dan yang tentan dengan kesehatan dan keselamatan kerja.

"Selama ini pihak perusahaan menghalang-halangi buruh perusahaan perkebunan dalam berserikat. Untuk itu, dalam pertemuan RSPO ini kita meminta agar setiap perusahaan perkebunan tidak menghalang-halangi dalam kebebasan berserikat," sebutnya.

Salah seorang perwakilan pengunjukrasa yang merupakan Suku Anak Dalam dari Jambi, Manurman membuat suasana dalam pertemuan menjadi kian hangat. Pasalanya ia menyatakan, banyak perkebunan khususnya perkebunan sawit di Jambi yang melakukan pembakaran hutan, merupakan tempat tinggal Suku Anak Dalam di Jambi. “Sudah ratusan kali ditegur akan tetapi tidak diindahkan,” sebutnya.

Ia mengakui, pembakaran hutan tersebut sangat menggangu masyarakat di sekitar. Sehingga ia berharap, melalui pertemuan ini, perusahaan perkebunan tersebut dihapus sertifikasinya dari RSPO.

Sementara itu, pengunjung Hotel Santika Medan tanpa terkecuali para Bule serta peserta RSPO dari berbagai negara menonton aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan buruh. Para peserta RSPO pun tak mau ketinggalan momen ini, sehingga langsung mengabadikannya dengan memottret para pengunjukrasa.

Menanggapi aspirasi pengunjukrasa, Sekjen RSPO Darren Webber mengatakan akan membicarakan tuntutan para pengunjukrasa kepada lembaga tertinggi RSPO.

"Aksi unjukrasa ini merupakan suatu kegiatan positif karena pihak RSPO setiap hari ingin melakukan perubahan yang lebih baik. Kita akan menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan kepada lembaga tertinggi RSPO," jelasnya.

Sumber: Waspada Online
Link:  http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=306661:pertemuan-rspo-disambangi-demonstran&catid=14:medan&Itemid=27


EmoticonEmoticon