Rabu, 02 Oktober 2013

Lahan Gambut di Riau Berkurang Drastis

Sekjend JMGR, Isnadi Esman 
KBRN, Pekanbaru: Berdasarkan catatan Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR), jumlah lahan gambut di Provinsi Riau terus mengalami penurunan yang sangat drastis, dilatar belakangi trend investasi berbasis lahan luas telah merambah hingga ke lahan gambut, setelah ketersediaan di tanah mineral atau tanah tidak gambut semakin sempit.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Jenderal JMGR, Isnadi Esman saat konfrensi pers, Selasa (1/10/2013) sehubungan dengan kongres JMGR.
"Beralihanya investasi kehutanan ke wilayah gambut karena di wilayah daratan sudah tidak memungkinkan, padahal investasi di lahan gambut banyak menimbulkan konflik," ujarnya.

Dikatakan, bahkan hutan gambut Riau benar–benar terancam, sebab selama kurun waktu lima tahun yaitu 2002-2007 di Provinsi Riau sudah kehilangan tutupan hutan alam seluas 1 juta hektar, hutan alam yang tersisa di Provinsi Riau pada tahun 2007 seluas 2,4 juta hektar. Parahnya lagi, lanjutnya, 65 persen diantaranya didominasi oleh hutan gambut, sementara hutan daratan rendah kering yang tersisa hanya berada pada kawasan konservasi dan daerah yang sedang diperjuangkan untuk dilindungi.

Menurut Isnadi Esman, JMGR akan terus berupaya memberikan perlindungan agar gambut Riau tidak semakin habis dieksploitasi untuk kepentingan bisnis, sebab akan menimbulkan efek yang membahayakan kelestarian ekosistem dan manusia. (Tongkulem S/AKS)

Sumber: rri.co.id


EmoticonEmoticon